Ciricerpen juga ditandai dengan jumlah karakter yang relatif kecil. Nah, unsur yang ada pada cerpen adalah tema, tokoh dan penokohan, latar, alur dan plot, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa. Sama seperti teks lainnya, cerpen juga memiliki struktur yang membentuk cerpen. Apa aja sih struktur cerpen? Perhatikan di bawah ini ya. Struktur Cerpen SosiologiInfo - Ceritakan Kembali Siapa Tokoh Tokoh dalam Cerpen Pohon Keramat, Kunci Jawaban Halaman 60 Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP, MTs.. Simak dibawah ini pembahasan untuk kunci jawaban alternatif halaman 60 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 SMP MTs. Mengutip dari buku pelajaran Buku Bahasa Indonesia kelas 9 SMP, MTs edisi revisi 2018, yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Unsurintrinsik cerpen, antara lain sebagai berikut. 1) Tema (pokok masalah yang mendasari sebuah cerita) 2) Alur/plot (jalannya cerita) 3) Penokohan/perwatakan (watak/sifat tokoh cerita) 4) Latar (tempat peristiwa, waktu, dan suasana cerpen terjadi) 5) Sudut pandang (cara pandang seorang pengarang pada suatu peristiwa dalam cerpen) MateriPembelajaran PowerPoint Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Kurikulum 2013. Materi PPTX BAB 1 : Menjadi Ilmuwan Muda. Materi PPTX BAB 2 : Menjadi Orator Ulung Melalui Teks Pidato Persuasif. Materi PPTX BAB 3 : Memaknai Kehidupan Melalui Cerpen. Materi PPTX BAB 4 : Membangun Budaya Literasi dengan Mencintai Buku Fiksi. . - Dalam kunci jawaban berikut, simak pembahasan BAB 4 Menulis Puisi yang Menginspirasi Adanya Kesempatan untuk Semua. Pertanyaan di atas merupakan materi Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas XI Kurikulum Merdeka. Simak materi kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 111, 112, 113, 114, 115, 116 dalam artikel ini. Ilsutrasi siswa belajar mandiri Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 111, 112, 113, 114, 115, 116 ditujukan bagi orangtua untuk membimbing proses belajar siswa. Diharapkan orangtua bisa membimbing kegiatan belajar siswa di rumah dengan semangat. Rangkuman kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 111, 112, 113, 114, 115, 116 hanya sebagai panduan, jawaban dari setiap soal tidak terpaku dari kunci jawaban ini. Jawaban bisa berbeda dan tidak terpaku pada kunci jawaban yang disajikan dalam artikel ini. Diharapkan siswa bisa mencari jawaban sendiri dari setiap soal yang disajikan. Pada materi kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 111, 112, 113, 114, 115, 116 siswa diminta membaca cerpen Kompas Minggu “Hatarakibachi” karya Awit Radiani. Simak pembahasan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 111, 112, 113, 114, 115, 116 selengkapnya berikut ini. Baca juga KUNCI JAWABAN Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 149 - 150 Kurikulum Merdeka Apa yang Dilakukan Itam? Baca juga KUNCI JAWABAN Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka Analisis Sajian Visual dalam Buku Bergambar Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 111, 112, 113, 114, 115, 116 C. Menulis Puisi Berdasarkan Cerpen Kegiatan 2 Membaca cerpen Kompas Minggu “Hatarakibachi” karya Awit Radiani. Membaca Artikel Bahasa Indonesia kelas 9 kali ini akan menjelaskan tentang pengertian dan macam-macam unsur intrinsik dalam cerita pendek. Mau tahu apa saja unsur intrinsik cerpen? Simak penjelasannya dalam artikel berikut! — Apakah kamu gemar membaca cerita? Untuk kamu yang nggak terlalu suka membaca, kamu bisa mencoba membaca cerpen atau cerita pendek. Cerpen adalah kisah yang diceritakan dengan pendek atau singkat, tidak lebih dari kata. Cerpen juga memberikan kesan tunggal yang dominan karena ceritanya hanya memusatkan pada satu tokoh, satu kejadian, atau satu permasalahan. Nah, karena ceritanya yang tidak terlalu panjang, cerpen cocok dibaca oleh kamu yang masih berlatih membaca. Adakah cerpen yang paling berkesan untuk kamu? Mungkin berkesan melalui tokohnya, latar, suasana, gaya bahasa, atau lainnya. Nah, unsur-unsur seperti tokoh, latar, suasana, gaya bahasa, dan sebagainya adalah unsur yang terbentuk dari dalam cerpen itu sendiri, atau yang disebut dengan unsur intrinsik. Untuk lebih jelasnya, yuk kita cermati apa saja unsur intrinsik cerpen itu. Contoh buku kumpulan cerpen Sumber Terdapat tujuh macam unsur intrinsik dalam cerpen, di antaranya tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, langsung saja kita simak bersama-sama, ya. Baca Juga Mengupas Cerpen Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, Struktur, dan Contohnya 1. Tema Unsur intrinsik cerpen yang pertama adalah tema cerita. Tema adalah gagasan utama yang ingin disampaikan pengarang dalam cerpen. Bisa dikatakan, tema ini adalah nyawa dari sebuah cerita. Kenapa? Karena tema akan menentukan latar belakang cerita tersebut. 2. Tokoh dan penokohan Tokoh merupakan pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh terbagi atas tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama merupakan tokoh yang melakukan interaksi secara langsung atau terlibat dalam konflik. Tokoh tambahan merupakan tokoh yang hanya diungkapkan dalam cerpen tanpa adanya interaksi yang dilakukan tokoh atau tokoh yang tidak terlibat dalam konflik. Sementara itu, penokohan merupakan watak atau karakter tokoh yang terdapat dalam sebuah cerita. Contohnya, tokoh Bandung Bondowoso dalam cerita Roro Jonggrang yang memiliki watak gigih. Baca Juga Mengenal Teks Laporan Percobaan Pengertian, Ciri, Struktur & Kebahasaannya 3. Latar Macam-macam unsur intrinsik selanjutnya adalah latar. Latar merupakan gambaran tempat, waktu, dan suasana cerpen. Latar tempat menjelaskan di mana kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi. Latar waktu menjelaskan kapan kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi. Latar suasana menjelaskan gambaran suasana dalam sebuah cerpen. 4. Alur dan plot Alur adalah rangkaian kronologi peristiwa dalam cerita pendek. Kemudian, alur dibedakan menjadi alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Alur maju adalah cerpen dengan peristiwa yang disajikan secara kronologis atau sesuai dengan urutan waktu dari awal ke akhir. Alur mundur adalah cerpen dengan peristiwa yang dimulai dari akhir cerita ke awal cerita. Alur mundur disebut juga dengan istilah kilas balik. Alur campuran adalah alur cerpen yang merupakan gabungan antara alur maju dan alur mundur. Jadi, rangkaian peristiwanya melompat-lompat antara peristiwa masa lalu dengan masa kini. Sementara itu, plot merupakan gambaran peristiwa yang mengandung hubungan sebab akibat. Berikut ini merupakan skema plot 5. Sudut pandang Sudut pandang berisi pandangan pengarang terhadap cerpen, bisa aja pengarang menjadi orang pertama atau orang ketiga. Sudut pandang orang pertama adalah pengarang terlibat langsung atau orang pertama dalam cerita yang ditandai dengan penggunaan kata ganti orang aku, saya, dan sebagainya. Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak terlibat langsung dalam cerita yang ditandai dengan penggunaan kata ganti orang seperti dia, mereka, dan sebagainya atau menggunakan nama tokoh. Sudut pandang orang ketiga terbagi atas orang ketiga terarah dan orang ketiga serba tahu. Baca Juga Kumpulan Contoh Cerpen Singkat & Menarik beserta Strukturnya 6. Amanat Amanat merupakan pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui cerpen. Misalnya, cerita Malin Kundang yang memiliki amanat tidak boleh durhaka kepada ibu. 7. Gaya bahasa Merupakan pemakaian ragam bahasa yang berfungsi untuk memberikan kesan yang lebih menarik dengan menggunakan majas. Ada alau kamu mau tahu Nah, itu tadi penjelasan ringkas tentang unsur-unsur intrinsik cerpen. Jadi, ada 7 macam unsur intrinsik pada cerpen ya, yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur dan plot, latar, sudut pandang, amanan, dan gaya bahasa. Selain unsur intrinsik, ada juga unsur ekstrinsik cerpen, loh! Kalau kamu mau baca-baca, bisa klik artikel Mengenal Unsur-Unsur Ekstrinsik Cerpen. Nah, buat yang belum paham, yuk belajar lewat video beranimasi di ruangbelajar. Selain video belajar beranimasi, ada juga soal latihan beserta pembahasannya dan rangkuman lho! Referensi Trianto, Agus dkk. 2018. Bahasa Indonesia edisi revisi. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Sumber Foto Contoh buku kumpulan cerpen. Tautan Artikel diperbarui 8 Oktober 2022. Menulis Adalah Bekerja untuk keabadian. Pramudya Ananta ToerKalau kamu bukan Anak Raja dan Engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis. Imam Al-Ghazali Teks CerpenMateri Bahasa Indonesia Kelas IX Bentuk Karya Sastra Indonesia 1. Prosa Bentuk Karya sastra berupa narasi atau cerita. Contoh novel, roman, cerpen, cergam, cermis, cermin, komik. novel yaitu sebuah karya prosa panjang yang adanya perubahan nasib pada tokohnya. Contohnya Negeri Lima Menara Ahmad Fuadi Roman yaitu, sebuah karya prosa panjang yang menceritakan tokoh dari kecil sampai dia meninggal. Contohnya Roman Siti Nurbaya 1922, Marah Rusli penerbit Balai Pustaka 2. Puisi Puisi, adalah bentuk karya sastra berupa susunan diksi pilihan kata yang indah dan mempunyai makna yang dalam. Ada dua jenis puisi yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi lama adalah puisi yang ditulis mengikuti aturan yang mengikat Contohnya Pantun, Syair, Gurindam, Karmina Puisi baru disebut juga pusii bebas dan tidak mengikuti aturan yang tetap. 3. Drama ž Drama yaitu, bentuk karya sastra berupa dialog dengan tujuan untuk dipentaskan Apa itu cerpen? Cerpen cerita pendek yaitu, sebuah jenis karya sastra yang menggambarkan cerita atau kisah alur hidup manusia dalam bentuk tulisan yang ringkas dan jelas. Alurnya tungggal Ciri-ciri Cerpen Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan Novel. Memiliki jumlah kata tidak lebih dari kata 5-10 halaman Kebanyakan mempunyai isi cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. Tidak mencerminkan semua kisah tokohnya. Pemilihan katanya sederhana sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya. Bersifat Fiktif. Menceritakan satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus. Membacanya tidak membutuhkan waktu yang lama. habis dibaca dalam satu kali duduk Memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam. Hanya ada satu konflik dan satu penyelesaian. Unsur CERPEN ada dua 1. UNSUR EKSTRINSIK 2. UNSUR INTRINSIK Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar. Unsur Intrinsik Cerpen v Tema v Tokoh v Penokohan v Alur/plot v Latar/setting v Sudut pandang v Gaya bahasa v Amanat 1. Tema Tema merupakan ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi keseluruhan cerita yang ada dari cerpen. Tema memiliki sifat umum dan general yang dapat diambil dari lingkungan sekitar, permasalahan yang ada di masyarakat, kisah pribadi pengarang sendiri, pendidikan, sejarah, perjuangan romansa, persahabatan dan lain-lain. Tokoh 2. Tokoh merupakan pelaku atau orang yang terlibat di dalam cerita tersebut. Ada 4 jenis tokoh yang digambarkan dalam cerpen, antara lain ž Protagonis Tokoh yang yang menjadi aktor atau pemeran utama dan mempunyai sifat yang baik. ž Antagonis Tokoh ini juga menjadi pemeran utama yang menjadi lawan daripada tokoh protagonis. Tokoh antagonis memiliki watak yang negatif seperti iri, dengki, sombong, angkuh, congkak dan lain-lain. ž Tritagonis Tokoh ini adalah tokoh penengah dari protagonis dan antara antagonis. Tokoh ini biasanya memiliki sifat yang arif dan bijaksana. 3. Penokohan Penokohan adalah penentuan watak atau sifat tokoh yang ada di dalam cerita. Watak yang diberikan dapat digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan dalam melihat suatu masalah ž Figuran Tokoh ini merupakan tokoh pendukung yang memberikan tambahan warna dalam cerita. 4. Alur/ plot Alur adalah urutan jalan cerita dalam cerpen yang disampaikan oleh penulis. Dalam menyampaikan cerita, ada tahapan-tahapan alur yang disampaikan oleh sang penulis. Diantaranya — Tahap perkenalan — Tahap penanjakan — Tahap klimaks — Anti klimaks — Tahap penyelesaian Ada 3 macam alur yang kerapkali digunakan oleh para penulis, yakni ž Alur maju. Alur ini menggambarkan jalan cerita yang urut dari awal perkenalan tokoh, situasi lalu menimbulkan konflik hingga puncak konflik dan terakhir penyelesaian konflik. Intinya adalah, pada alur maju ditemukan jalan cerita yang runtut sesuai dengan tahapan-tahapannya. ž Alur mundur. Di alur ini, penulis menggambarkan jalan cerita secara tidak urut. Bisa saja penulis menceritakan konflik terlebih dahulu, setelah itu menengok kembali peristiwa yang menjadi sebab konflik itu terjadi. ž Alur campuran, yaitu perpaduan antara alur maju dan alur mundur dalam satu cerita. 5. Latar/ setting ž Latar tempat, yaitu lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat- tempat dengan nama tertentu, inisial tertentu, mungkin lokasi tertentu tanpa nama jelas. ž Latar waktu, berhubungan dengan masalah “kapan” terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. ž Latar suasana, yaitu situasi apa saja yang terjadi ketika saat si tokoh atau si pelaku malakukan sesuatu. ž 6. Sudut Pandang ž Sudut pandang adalah posisi atau pandangan pengarang dalam menyampaikan cerita. Penerapannya bisa dilihat dari penggunaan kata ganti yang digunakan pengarang dalam cerpen. Secara umum ada 2 macam-macam sudut pandang yakni sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga sebagai berikut. ž Sudut pandang orang pertama yaitu cara pengarang menyampaikan cerita sebagai orang pertama. Ciri-cirinya adalah menggunakan kata ganti orang pertama seperti aku, kami dan sebagainya. ž Sudut pandang orang ketiga cara pengarang menyampaikan cerita sebagai orang ketiga. Ciri-cirinya adalah menggunakan kata ganti orang ketiga seperti dia, mereka dan sebagainya. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa merupakan ciri khas pemilihan kata dan bahasa yang digunakan oleh penulis. Hal ini meliputi ž Diksi, pilihan kata. ž Penggunaan kalimat ž Pemakaian majas. ž 8. Amanat ž Amanat adalah pesan yang terkadung dalam cerpen yang bisa diambil oleh pembaca. Pesan yang disampaikan oleh pengarang bisa secara tersurat atau tersirat. STRUKTUR TEKS CERPEN 2. komplikasi 3. Evaluasi 4. Resolusi 5. Koda • 1. ORIENTASI Pengertian orientasi pada cerpen berhubungan dengan waktu, suasana dan tempat di dalam cerita pendek tersebut, yang menjawab pertanyaan kapan, dimana serta bagaimana 2. KOMPLIKASI Komplikasi adalah urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Karakter dan watak tokoh biasanya terlihat di struktur komplikasi ini yang menggambarkan plot cerita. 3. EVALUASI Pengertian evaluasi adalah konflik yang terjadi dan menuju pada klimaks. Dalam evaluasi, konflik sudah mulai mendapatkan solusi dan penyelesaian serta menuju ke tahap akhir. 4. RESOLUSI Pengertian resolusi adalah ketika pengarang mengungkapkan solusi terhadap masalah yang dialami tokoh dalam cerpen. 5. KODA Pengertian koda adalah nilai atau pelajaran yang bisa didapat dari teks cerita pendek oleh pembaca. Pesan dan amanat menjadi intisari cerita yang bisa dipetik oleh pembaca setelah membaca teks cerpen. KAIDAH KEBAHASAAN TEKS CERPEN • 1. Kata sifat • 2. Kata keterangan • 3. Kalimat langsung dan tidak langsung • 4. Gaya bahasa bersifat konotasi • 5. Penggunaan bahasa tidak baku • 6. memenggunakan gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan maupun perulangan. 1. kata sifat yaitu kata yang dipakai untuk menjelaskan sifat atau kondisi suatu hal, baik pada makhluk hidup, benda mati, tempat waktu dan lain-lain. contoh pemakain kata sifat pada kalimat, antara lain a. Dia anak pendiam, tetapi dia bukan anak nakal. b. Kamu memang sahabat terbaik saya c. Linda tidak suka pelajaran fisika d. Sepertinya kamu lebih cocok mengenakan baju berwarna pink e. Ruang kelas tertata dengan rapi. 2. Kata keterangan yaitu kata yang digunakan untuk mendeskripsikan latar waktu tempat dan suasana, sebagai contoh misalnya di pagi hari yang cerah, di kebun bambu yang rimbun dengan dedaunan dan lain sebagainya 3. Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Kalimat langsung merupakan sebuah kalimat kutipan yang dilontarkan langsung oleh pembicara tanpa melalui perantara apapun sama persis dengan apa yang dikatakan oleh pembicara tersebut. contoh kalimat langsung a. Ayah menyuruh, “Tolong ambilkan kopi di meja itu!” b. “Itu salahmu!” kata Roni kepada Ani. C. “Siapakah yang melempar kertas ini?” tanya bu guru . e. Joni berkata “Aku ingin menjadi pilot suatu saat nanti.” Kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang berisikan pernyataan orang lain dalam bentuk kalimat Contoh kalimat tidak langsung a. Ibu menyuruhku untuk menjadi anak yang menghormati orang yang lebih tua. b. Joni mengatakan, ia akan menungguku besok di depan rumah. c. Ali mengatakan bahwa ia tidak mengerti materi yang disampaikan oleh Bu Rini tadi. d. Ani meminta pada ibunya untuk dibelikan seragam baru. e. Ibu guru mengatakan kita harus giat belajar agar menjadi anak yang pandai. f. Aldo mengatakan bahwa saya harus mencoba masakan ibunya. 4. Gaya bahasa bersifat konotasi Kalimat konotasi adalah kalimat yang mengandung makna yang bukan sebenarnya, makna konotasi juga biasanya disebut dengan istilah makna kias. Contohnya, a. Aisyah merupakan anak emas dalam keluarganya anak emas anak yang paling disayang b. Karena besar kepala, Naya dijauhi teman-temannya besar kepalasombong c. Meskipun Fandi belum berhasil, Fandi tidak gigit jari gigit jari kecewa d. Kamu itu jangan seperti air di atas daun talas tidak tepat pendirian e. Setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan hati dingin hati dingin sabar 5. Penggunaan Bahasa Tidak Baku Bahasa atau kata tidak baku merupakan kata yang dipakai tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering dipakai pada saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Contoh Kata Tidak Baku Seperti praktek, pasip, apotik, efektip, karna, poto, biosfir, bis, obyek, nasehat, aktip, negri, tekhnik, nopember dan llain sebagainya. Contoh Kalimatnya Saya membeli obat di apotik enggal. 6. Menggunakan Gaya Bahasa Perbandingan, Pertentangan, Pertautan Maupun Perulangan. a. Majas perbandingan 1. Perumpamaan Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berlainan dan yang sengaja kita anggap sama. Itulah sebabnya maka sering pula kata perumpamaan disamakan saja dengan "persamaan" misalnya Laksana bulan kesiangan Umpama memadu minyak dengan air 2. Metafora Metafora adalah perbandingan yang implisit jadi tanpa kata seperti atau sebagai di antara dua hal yang berbeda. Di dalamnya terlihat dua gagasan yang satu adalah sebuah kenyataan, sesuatu yang dipikirkan, yang menjadi objek; dan satu lagi merupakan perbandingan terhadap kenyataan tadi; dan kita menggantikan yang belakangan itu menjadi yang terdahulu. misalnya Tati jinak-jinak merpati Ali mata keranjang Perpustakaan gudang ilmu 4. Personifikasi Personifikasi merupakan jenis majas yang melekatkan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa. Misalnya a. Angin yang meraung, b. Angin membelai indah sampai kerelung hatiku Gaya Bahasa Pertentangan 1. Hiperbola Hiperbola merupakan gaya bahasa yang berlebih-lebihan, yang memberi penekanan pada suatu pernyataan atau situasi untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya. Contoh a. Sempurna sekali tiada kekurangan suatu apapun buat pengganti baik atau cantik b. Hatiku hancur, terkoyak, darahku mendidih, dadaku serasa sesak, mendengar dia memutuskan diriku 2. Litotes Majas yang didalamnya mengungkapkan sesuatu yang positif dengan bentuk yang negatif atau bentuk yang bertentangan, litotes, mengurangi atau melemahkan kekuatan pernyataan yang sebenarnya. Contoh Hasil usahanya tidaklah mengecewakan Jakarta sama sekali bukanlah kota kecil dan sepi 3. Ironi Gaya bahasa sindiran yang menyatakan sebaliknya dengan maksud menyindir. benar tulisanmu seperti cakar ayam Saking merdunya suaramu sampai-sampai memecahkan pendengarangkuc. Gaya Bahasa Pertautan 1. Metonimia Jenis gaya bahasa yang mempergunakan sesuatu yang lain berkaitan erat dengannya. Dalam metonomia sesuatu barang disebutkan tetapi yang dimaksud dengan barang yang Ia naik honda ke kantor. 2. Alusio Alusio merupakan jenis gaya bahasa yang menyatakan perbandingan dengan menggunakan ungkapan atau pribahasa yang sudah lazim. Contoh Sejak tadi aku perhatikan, pekerjaanmu hanya menggantang asap saja 3. Sinekdoke Ialah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya, atau sebaliknya. ContohSetiap tahun semakin banyak mulut yang harus diberi makan di tanah air kita Pasanglah telinga baik-baik dalam menghadapi masalah itud. Gaya Bahasa Perulangan 1. Aliterasi Adalah jenis gaya bahasa yang memanfaatkan pemakain kata-kata yang permulaannya sama bunyi Contoh dara damba daku datang dari danau duga dua duka diam didiriku 2. Asonansi Gaya bahasa repetisi yang berwujud perulangan vokal yang sama. ContohMuka muda mudah muram Tiada siaga tiada bisa Jaga harga tahan raga 3. Simploke Merupakan gaya bahasa repitisi yang berupa perulangan pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut. Contoh Kau katakan aku wanita pelacur, aku katakan biarlah Kau katakan aku wanita mesum, aku katakan biarlah Unsur Ekstrinsik Cerpen Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur cerpen yang berada diluar karya sastra. Akan tetapi, secara tidak langsung unsur ini mempengaruhi proses pembuatan suatu cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen antara lain 1. Latar Belakang Masyarakat Latar belakang masyarakat merupakan faktor lingkungan masyarakat sekitar yang mempengaruhi penulis dalam membuat cerpen tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis, diantaranya sebagai berikut Ideologi Negara Kondisi Politik Kondisi Sosial Kondisi Ekonomi 2. Latar Belakang Penulis Latar belakang penulis adalah sebuah faktor dari dalam diri penulis yang mendorong penulis dalam membuat cerpen. Latar belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, diantaranya adalah a. Riwayat Hidup Penulis Pada bagian ini berisikan tentang biografi pengarang secara menyeluruh. Faktor ini dapat mempengaruhi pengarang dalam mengarang cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dari pengarang itu sendiri b. Kondisi Psikologis Kondisi Psikologis pengarang meliputi mood dan motivasi , kondisi ini sangat mempengaruhi dengan apa yang akan ditulis dalam seperti jika pengarang sedang dalam keaadaan sedih , dia akan membuat sebuah cerpen yang berceritakan sedih juga. C. Aliran Sastra Penulis Aliran Sastra berpengaruh dalam gaya penulisan bahasa yang digunakan pengarang guna menceritakan sebuah cerita dalam cerpen. 3. Nilai yang Terkandung di dalam Cerpen Ada beberapa nilai yang menjadi unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Dan nilai-nilai tersebut diantaranya adalah a. Nilai Agama, Berkaitan dengan pelajaran agama yang dapat dipetik dalam teks cerpen. b. Nilai Sosial, Berkaitan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari interaksi sosial antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen. c. Nilai Moral Nilai ini berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau buruk dalam masyarakat. Dalam cerpen nilai moral bisa berupa nilai moral negatif buruk atau nilai moral positif baik. D. Nilai Budaya Nilai yang berkaitan erat dengan kebudayaan , kebiasaan, serta tradisi adat istiadat.

cerpen bahasa indonesia kelas 9